Panduan medis dan praktis untuk mencegah rasa mual serta pusing saat menempuh perjalanan antarkota yang panjang.
Mabuk perjalanan, atau dalam istilah medis disebut motion sickness, sering kali menjadi momok bagi penumpang yang harus menempuh rute jarak jauh seperti Jakarta-Purwokerto.
Kondisi ini terjadi ketika otak menerima sinyal yang bertentangan dari indera penglihatan dan telinga bagian dalam mengenai posisi tubuh.
Saat Anda duduk di dalam mobil yang melaju, mata mungkin terpaku pada ponsel, sementara telinga merasakan guncangan kendaraan, menyebabkan ketidakseimbangan sistem saraf.
Langkah pencegahan paling efektif adalah dengan memperhatikan posisi duduk Anda.
Sangat disarankan untuk duduk di kursi depan atau baris kedua yang memiliki pandangan luas ke arah cakrawala.
Menatap benda statis di kejauhan membantu mata Anda menyinkronkan persepsi gerakan dengan telinga.
Selain itu, pastikan sirkulasi udara di dalam kabin terjaga dengan baik; jangan ragu untuk meminta driver sedikit membuka jendela jika udara terasa pengap atau menyesuaikan suhu AC agar tidak terlalu panas.
Selain posisi duduk, pola makan sebelum berangkat juga sangat berpengaruh.
Hindari mengonsumsi makanan yang terlalu berminyak, pedas, atau mengandung gas tinggi tepat sebelum naik kendaraan.
Namun, jangan biarkan perut benar-benar kosong karena asam lambung yang naik justru akan memperparah rasa mual.
Konsumsilah makanan ringan seperti biskuit gandum atau buah-buahan segar sebagai pengganjal perut yang aman.
Jika rasa mual mulai menyerang, gunakanlah aroma terapi seperti minyak kayu putih, jahe, atau peppermint.
Menghirup aroma segar ini terbukti secara klinis dapat menenangkan sistem saraf pusat.
Hindari membaca buku atau terus-menerus menatap layar smartphone saat kendaraan sedang melaju di jalur yang berkelok-kelok.
Cobalah untuk memejamkan mata sejenak atau mendengarkan musik yang menenangkan untuk mengalihkan fokus otak Anda dari guncangan kendaraan.
Terakhir, bagi Anda yang memiliki riwayat mabuk berat, mengonsumsi obat anti-mabuk sekitar 30 menit sebelum keberangkatan adalah solusi medis yang paling dianjurkan.
Pastikan Anda cukup istirahat pada malam sebelum keberangkatan agar kondisi fisik tetap bugar.
Perjalanan bersama Tranva dirancang untuk kenyamanan, namun kesiapan fisik Anda tetap menjadi kunci utama untuk menikmati perjalanan hingga sampai ke tujuan tanpa gangguan kesehatan.
