Menghindari bahaya microsleep dengan manajemen tidur yang tepat bagi pengemudi lintas provinsi.
Bagi driver travel, bekerja pada malam hari (shift malam) memiliki tantangan biologis yang berat.
Tubuh manusia secara alami didesain untuk tidur saat gelap, sehingga memaksa diri tetap terjaga di balik kemudi memerlukan disiplin istirahat yang sangat ketat.
Mengabaikan rasa kantuk bukan hanya membahayakan diri sendiri, tetapi juga nyawa seluruh penumpang di dalam kendaraan.
Microsleep, atau tertidur sesaat tanpa disadari selama beberapa detik, adalah penyebab nomor satu kecelakaan di jalan tol pada dini hari.
Untuk mencegahnya, driver wajib tidur berkualitas minimal 4-6 jam di siang hari sebelum memulai shift malam.
Pastikan kamar tidur dalam kondisi gelap dan tenang agar kualitas tidur tetap optimal meskipun matahari masih bersinar di luar.
Hindari terlalu banyak mengonsumsi kafein di sore hari karena justru bisa membuat jantung berdebar dan pikiran lelah namun tidak bisa tidur.
Saat menjalankan Trip malam, manfaatkan waktu berhenti di rest area untuk melakukan peregangan atau mencuci muka dengan air dingin.
Jika mata sudah terasa sangat berat dan perih, jangan memaksakan diri.
Informasikan kepada penumpang bahwa Anda perlu istirahat sejenak selama 15 menit.
Penumpang akan lebih maklum dengan keterlambatan sedikit daripada harus mempertaruhkan keselamatan nyawa akibat driver yang mengantuk berat.
Kesehatan adalah investasi.
Driver yang memiliki manajemen tidur yang baik akan memiliki masa kerja yang lebih panjang dan terhindar dari penyakit kronis akibat stres fisik berlebihan.
Ingatlah keluarga yang menunggu di rumah; pastikan setiap perjalanan malam Anda berakhir dengan sampai di tujuan dengan selamat dan bugar.
